Kudus, rminukudus.com - Pengurus Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) NU Kab. Kudus mendukung penuh Gerakan Nasional Pesantrenku Aman yang diinisiasi oleh Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) PBNU dengan menggelar Sosialisasi Pesantren Ramah Anak di Pesantren Duta Aswaja Kab. Kudus pada Sabtu, 13 Juni 2026. Menghadirkan Kepala Dinas Kesehatan Kab. Kudus DR. Dr. Abdul Hakam, M. Si, Med, Sp. A sebagai narasumber bersama Kasi. PD Pontren Kemenag Kab. Kudus H. Afif Noor dan M. Ilham Zidal Haq, M. Pd Pengurus RMI NU Kab. Kudus bidang Advokasi Pesantren.

H. Afif Noor selaku Kasi PD. Pontren Kemenag Kab. Kudus menyampaikan komitmen Kemenag dalam mewujudkan pesantren ramah anak dengan menugaskan kepada seluruh Penyuluh agama melaksanakan tugas bimbingan atau penyuluhan Agama kepada Santri Pondok Pesantren di Kabupaten Kudus sebagai sasaran kelompok binaan penyuluhan agama. "Penyuluh agama melakukan pendampingan dalam deteksi dini penanganan pelecehan, perundungan dan kekerasan seksual di pesantren untuk mewujudkan Pesantren Ramah, Anti Bullying, Aman dan Sehat" ujarnya.

H. Afif Noor memaparkan penyebab terjadinya kekerasan di pesantren mencakup adanya relasi kuasa pengasuh pesantren terhadap santri, hubungan senioritas terhadap yuniornya, dalih keberkahan yang membuta dan orangtua yang sepenuhnya melepas santri ke pesantren. "Dibutuhkan peran Musyrif/musyrifah yang lebih intens dalam mendampingi santri untuk meminimalisir terjadinya kekerasan dalam pesantren" tambahnya.

Selain itu, H. Afif Noor juga menambahkan diantara penyebab terjadinya kekerasan dan pelanggaran hak anak adalah ta’ziran yang tidak relevan dengan kesalahan yang dilakukan oleh santri. "Apalagi pemberian ta'ziran yang dipertontonkan di depan teman yang lain sehingga memberikan trauma kepada santri" imbuhnya.

H. Khifni Nasif selaku ketua RMI NU Kab. Kudus menyampaikan Kegiatan Sosialisasi Pesantren Ramah Anak yang diinisiasi RMI NU Kab. Kudus di Ponpes Duta Aswaja ini merupakan pembukaan serangkaian roadshow yang akan digelar di sembilan kecamatan. Putaran kedua Rangkaian roadshow ini dijadwalkan pada 18 Juli 2026 di Kec. Mejobo dan akan dilanjutkan pada 25 Juli 2026 yang akan diselenggarakan di Kec. Jati.

Putaran berikutnya diagendakan pada 15 Agustus 2026 di Kec. Kota dan dilanjutkan di Kec. Undaan pada 29 Agustus 2026. Putaran Keenam dijadwalkan bertempat di Kec. Jekulo pada 12 September 2026 dan untuk Kec. Gebog direncanakan pada 26 September 2026. Putaran berikutnya akan digelar di Kec. Kaliwungu pada 3 Oktober 2026 dan Putaran terakhir akan dilaksanakan pada 17 Oktober 2026 di kecamatan Dawe.

Sebagai follow up, akan diundang seluruh pengasuh pondok se-kabupaten Kudus, musyrif/musyrifah dan lurah/pengurus pondok dalam puncak kegiatan pada tanggal 29 November 2026. "Lembaga pendidikan keagamaan, khususnya pesantren harus menjadi ruang aman dan nyaman bagi santri, bukan justru menjadi tempat terjadinya penyimpangan dan kekerasan" tutup gus Khifni.

(by)