Kepala Dinas Kesehatan Kab. Kudus DR. Dr. Abdul Hakam menyampaikan pentingnya kegiatan ini sebagai antisipasi agar tidak terjadi kekerasan di dalam pesantren yang ada di Kab. Kudus. "Dinas Kesehatan Kab. Kudus siap memfasilitasi langkah transformasi menuju pesantren sehat dan bebas kekerasan" ujar beliau.
Lebih lanjut, Dokter Spesialis anak ini menjelaskan secara detail kesiapan Dinas Kesehatan bersama seluruh puskesmas yang ada di kabupaten kudus untuk bersinergi dengan pesantren dalam skrinning pemeriksaan menyeluruh fisik dan gizi santri, pembentukan dan pelatihan Kader Santri Husada, dan juga pembentukan satgas anti kekerasan. "Dalam pesantren ramah anak, pola mendidik santri wajib meninggalkan hukuman fisik dan intimidasi verbal. Pendekatan sanksi didasarkan pada empati dan bimbingan psikososial" imbuhnya.
Wakil Ketua PCNU Kab. Kudus ini menambahkan pentingnya kegiatan untuk menjaga kesehatan mental santri. "Santri yang jauh dari rumah sering kali mengalami masa transisi homesick berat, cemas, dan stres akademis. Dukungan bimbingan sebaya sangat efektif membantu kestabilan mental anak". Jelasnya.
Selain itu, Penyediaan ruang curhat rahasia dan non-penghakiman di bawah naungan satgas anti kekerasan agar santri berani mengungkapkan beban pikirannya secara berkala. " Dengan adanya satgas anti kekerasan yang dibentuk di tiap pesantren, diharapkan tidak terjadi segala bentuk kekerasan di pondok pesantren" tutupnya.
H. Khifni Nasif selaku ketua RMI NU Kab. Kudus menyampaikan Kegiatan Sosialisasi Pesantren Ramah Anak yang diinisiasi RMI NU Kab. Kudus di Ponpes Duta Aswaja ini merupakan pembukaan serangkaian roadshow yang akan digelar di sembilan kecamatan. Putaran kedua Rangkaian roadshow ini dijadwalkan pada 18 Juli 2026 di Kec. Mejobo dan akan dilanjutkan pada 25 Juli 2026 yang akan diselenggarakan di Kec. Jati.
Putaran berikutnya diagendakan pada 15 Agustus 2026 di Kec. Kota dan dilanjutkan di Kec. Undaan pada 29 Agustus 2026. Putaran Keenam dijadwalkan bertempat di Kec. Jekulo pada 12 September 2026 dan untuk Kec. Gebog direncanakan pada 26 September 2026. Putaran berikutnya akan digelar di Kec. Kaliwungu pada 3 Oktober 2026 dan Putaran terakhir akan dilaksanakan pada 17 Oktober 2026 di kecamatan Dawe.
Sebagai follow up, akan diundang seluruh pengasuh pondok se-kabupaten Kudus, musyrif/musyrifah dan lurah/pengurus pondok dalam puncak kegiatan pada tanggal 29 November 2026. "Lembaga pendidikan keagamaan, khususnya pesantren harus menjadi ruang aman dan nyaman bagi santri, bukan justru menjadi tempat terjadinya penyimpangan dan kekerasan" tutup gus Khifni.
(by)

0 Komentar